BAB 6
“TRANSLASI MATA UANG
ASING”
1. Bedakan antara proses translasi mata uang asing dan proses
konversi mata uang asing !
Translasi mata uang
asing merupakan proses penyajian ulang informasi keuangan dari suatu mata uang
ke mata uang lainnya dengan menggunakan kurs nilai tukar diantara dua mata uang
tersebut. Sedangkan konversi mata uang asing adalah pertukaran dari satu mata
uang ke mata uang lain secara fisik.
Perbedaan :
Translasi hanyalah
perubahan satuan unit moneter, misalnya pada sebuah neraca yang dinyatakan
dalam pound Inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS. Tidak
ada pertukaran fisik yang terjadi, dan tidak ada transaksi terkait yang
terjadi.
Sedangkan konversi,
memungkinkan adanya pertukaran fisik yang terjadi dan ada transaksi terkait
yang terjadi.
2. Apakah perbedaan
antara pasar spot, pasar forward, dan pasar swap ? Gambarkan setiap deskripsi
anda dan berilah contoh !
A. Pasar Spot (Pasar
Tunai)
Pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-transaksi
nilai tukar berjalan suatu valuta, dimana komoditi atau valas dijual secara tunai
dengan penyerahan segera. Kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu valuta.
Transaksi spot terdiri dari transaksi valas yang biasanya selesai maksimal 2
hari kerja. Dalam pasar spot dibedakan atas 3 jenis transaksi, yaitu:
Cash,
dimana pembayaran satu mata uamg dan pengiriman mata uang lain diselesaikan
dalam hari yang sama
Tom
(kependekan dari tomorrow / besok), dimana pengiriman dilakukan pada hari
berikutnya.
Spot,
dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 24 jam setelah perjanjian.
Contoh:
Pada tanggal 02 April 2015 seorang ayah membutuhkan US$10.000
untuk uang saku anaknya yang akan sekolah di luar negeri, maka seorang ayah
tersebut dapat menghubungi bank-bank devisa atau money changer untuk dapat
mengetahui dan membuat kesepakatan selling price pada tanggal tersebut. Apabila
telah tercapai kesepakatan selling price pada tanggal 02 April 2015 adalah US$1
= Rp13.000, maka perhitungannya:
Jumlah rupiah yang dibutuhkan = US$ yang dibutuhkan x Selling Price
= US$10.000 x Rp13.000
= Rp130.000.000
Maka
untuk mendaparkan US$10.000 diperlukan Rp130.000.000 yang harus diserahkan
paling lambat tanggal 04 April 2015. (2 x 24 jam)
B. Pasar Forward
Pasar Forward adalah transaksi forward merupakan transaksi valas
dimana pengiriman mata uang dilakukan pada suatu tanggal tertentu di masa
datang. Kurs dimana transaksi forward akan diselesaikan telah ditentukan pada
saat kedua belah pihak menyetujui kontrak untuk membeli dan menjual. Waktu
antara ditetapkannya kontrak dan pertukaran mata uang yang sebenarnya terjadi
dapat bervariasi dari dua minggu hingga satu tahun. Jatuh tempo kontrak forward
biasanya satu, dua, tiga atau enam bulan. Transaksi forward biasanya terjadi
bila eksportir, importir, atau pelaku ekonomi lain yang terlibat dalam pasar
valas harus membayar atau menerima sejumlah mata uang asing pada suatu tanggal
tertentu di masa mendatang.
Contoh :
Apabila perusahaan akan membutuhkan 1.000.000 mark jerman , 90
hari dari sekarang untuk mengimpor barang dari jerman. Asumsikan bahwa
perusahaan tersebut dapat langsung membeli mark jerman untuk pengiriman
langsung yaitu dari pasar spot dengan kurs spot $0.50 per mark. Berdasarkan
kurs spot ini maka perusahaan membutuhkan $50.000 ($0.50 per mark x 1.000.0000)
namun perusahaan belum memiliki dan saat ini juga untuk membeli mark perusahaan
dapat menunggu 90 hari dan kemudian menukarkan US$ dengan mark menurut kurs
yang berlaku saat itu, tapi perusahaan tidak mengetahui berapa kurs spot 90
hari dari seklarang. Maka dengan mengunci kurs, perusahaan tidak perlu khawatir
dengan adanya perubahan kurs spot 90 hari ke depan.
C. Pasar Swap
Transaksi Swap melibatkan pembelian spot dan penjualan spot atau
pembelian forward atas suatu mata uang secara bersamaan. Investor sering
memanfaatkan transaksi swap untuk mengambail keuntungan darai tiangkat suku
bungan yang lebih tinggi di suatu negara asing, sembari dalam kesempatan yang
sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak menguntungkan dari kurs
nilai tukar valuta asing.
Contoh:
Seandainya tingkat suku bunga di Amerika Serikat lebih tinggi
dari di Swiss, maka para investor Swiss dapat membeli dolar pada pasar spot dan
menginvestasikannya dalam surat berharga hutang yang berdenominasi dolar dengan
pengembalian yang lebih tinggi, seperti surat treasuri AS 6 bulan. Namun
demikian, dengan melakuakan hal tersebut, investor Swiss tersebut akan
kehilangan nilai relatifnya terhadap franc Swiss dalam periode 6 bulan
tersebut. Untuk melindungi diri dari kemungkinan ini, para investor Swiss
secara bersamaan dapat menjual dolar yang mereka harapkan untuk di terima dalam
6 bulan dengan menggunakan kurs forward yang terjamin. Transaksi swap semacam itu
akan berjalan baik apabila perbedaan suku bunga antara AS dan Swiss lebih
besara dari pada diskonto kurs forward dolar ( yaitu perbedaan antara kurs spot
dan kurs forward 6 bulan dolar). Seiring berjalannya waktu, para pedagang mata
uang akan menghilangkan perbedaan ini, sehingga menimbulkan paritas suku bunga.
3. Apakah yang dimaksud
dengan kurs saat ini, kurs historis, dan kurs rata – rata dalam konteks
translasi mata uang asing? Nilai tukar mana yang meningkatkan keuntungan dan
kerugian translasi mata uang asing dan mana yang tidak?
·
Kurs saat ini (current)
adalah kurs nilai tukar yang berlaku pada saat tanggal laporan keuangan yang
relevan.
·
Kurs historis adalah
translasi mata uang yang berlaku saat asset dengan mata uang pertama kali
didapatkan atau saat kewajiban dengan mata uang asing pertama kali muncul.
·
Kurs rata-rata adalah
rata-rata sederhana atau tertimbang dari kurs nilai tukar kini atau kurs nilai
tukar historis.
Penggunaan kurs nilai tukar historis melindungi laporan keuangan
dari keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing yaitu dari kenaikan atau
penurunan dalam equivalen dolar saldo mata uang asing yang timbul dari
fluktuasi kurs translasi antar periode pelaporan. Sedangkan pilihan kurs nilai
tukar yang paling tepat tidak terlalu jelas karena setiap mata uang dalam suatu
waktu dipengaruhi oleh beberapa jenis kurs nilai tukar.
4. Apakah perbedaan
antara keuntungan atau kerugian transaksi dengan keuntungan atau kerugian
translasi mata uang asing ?
Keuntungan dan kerugian transaksi mata uang asing timbul akibat
selisih kurs. Keuntungan dan kerugian transaksi disajikan dalam laporan L/R
tahun berjalan dalam pos keuntungan dan kerugian transaksi mata uang asing.
Sedangkan keuntungan dan kerugian translasi mencerminkan
kenaikan dan penurunan ekuitas investasi asing dalam mata uang domestik dan
harus diakui.
·
Penangguhan
Perubahan
nilai ekuivalen mata uang domestic dari aktiva bersih anak perusahaan luar
negeri tidak direalisasikan dan tidak berpengaruh terhadap arus kas mata uang
local yang dihasilkan dari entitas asing. Penyesuaian translasi harus
diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian dari ekuitas konsolidasi.
·
Pengangguhan dan
Amortisasi
Penangguhan
keuntungan atau kerugian translasi dan melakukan amortisasi penyesuaian ini
selama masa manfaat pos-pos neraca terkait, terutama yang terkait dengan utang
akan ditangguhkan dan diamortisasi selama umur aktiva tetap terkait, yaitu
dibebankan terhadap laba dengan cara yang sama dengan beban depresiasi atau
ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa pinjaman sebagai penyesuaian
terhadap beban bunga.
·
Penangguhan parsial
Keuntungan
dan kerugian translasi adalah dengan mengakui kerugian sesegera mungkin setelah
terjadi, tetapi mengakui keuntungan hanya setelah direalisasikan, hal ini
semata-mata hanya karena merupakan keuntungan, tetap mengabaikan terjadinya
perubahan kurs.
·
Tidak ditangguhkan
Mengakui
keuntungan dan kerugian translasi dalam laporan laba rugi sesegera mungkin.
Namun, memasukkan keuntungan dan kerugian translasi dalam laba tahun berjalan
akan memperkenalkan elemen acak ke dalam laba sehingga dapat menghasilkan
fluktuasi laba yang sangat signifikan apabila terjadi perubahan kurs nilai
tukar.
5. Pada kondisi bagaimana
translasi mata uang asing mempengaruhi inflasi asing ?
Translasi mata uang asing adalah proses pelaporan informasi
keuangan dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Translasi hanyalah perubahan
satuan unit moneter, misalnya pada sebuah neraca yang dinyatakan dalam pound
Inggris disajikan ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS.
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum
dan terus menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat
disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang
meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan
spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi
barang. Hubungan terbalik antara tingkat inflasi sebuah negara dengan nilai
eksternal mata uangnya telah ditunjukan secara empiris. Sehingga menggunakan
kurs saat ini untuk mentranslasikan biaya aset non moneter yang bertempat dalam
kondisi yang cenderung berinflasi akan menghasilkan mata uang domestik jauh dibawah
nilai aslinya.
Penggunaan kurs kini untuk mentranslasikan biaya perolehan
aktiva non-moneter yang berlokasi di lingkungan berinflasi pada akhirnya akan
menimbulkan nilai ekuivalen dalam mata uang domestik yang jauh lebih rendah
daripada dasar pengukuran awalnya. Pada saat yang bersamaan, laba yang
ditranslasikan akan jauh lebih besar sehubungan dengan beban depresisasi yang
juga lebih rendah. Hasil translasi seperti itu dengan mudah dapat lebih
menyesatkan pembaca ketika memberikan informasi kepada pembaca. Penilaian dolar
yang lebih rendah biasanya merendahkan kekuatan laba akutal dari aktiva luar
negeri yang didukung oleh inflasi lokal dan rasio pengembalian atas investasi
yang terpengaruh inflasi di suatu operasi luar negeri dapat menciptakan harapan
yang palsu atas keuntungan masa depan.
FASB menolak penyesuaian inflasi sebelum proses translasi,
karena penyesuaian tersebut tidak konsisten dengan kerangka dasar penilaian
biaya historis yang digunakan dalam laporan keuangan dasar di AS. Sebagai solusi
FAS No 52 mewajibkan penggunaan dolar AS sebagai mata uang fungsional untuk
operasi luar negeri yang berdomisili dilingkungan dengan hiperinflasi. Prosedur
ini akan mempertahankan nilai konstan ekuivalen dolar aktiva dalam mata uang
asing, karena aktiva tersebut akan ditranslasikan menurut kurs historis.
Pembebanan kerugian translasi atas aktiva tetap dalam mata uang asing terhadap
ekuitas pemegang saham akan menimbulkan pengaruh yang signifikan terhadap rasio
keuangan. Masalah translasi mata uang asing tidak dapat dipisahkan dari masalah
akuntansi untuk inflasi asing.